Saham BREN Ambruk Lagi, BMRI Jadi Emiten Paling Berharga ke-4 di BEI

Jakarta, CNBC Indonesia РKoreksi saham Energi Baru dan Terbarukan (EBT) milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang terus terjadi hingga perdagangan Senin (15/1/2024) hari ini membuat kapitalisasi pasarnya terus mengalami penurunan.

Bahkan kini, BREN tak lagi menjadi saham dengan kapitalisasi pasar atau market cap terbesar kedua di Indonesia, atau ketiga di bursa, melainkan kini menjadi saham dengan kapitalisasi pasar terbesar kelima di bursa.

Sebelumnya pada Selasa pekan lalu, posisi BREN yang menjadi saham dengan market cap terbesar kedua di Indonesia terpaksa disalip oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), sehingga setelah itu, BBRI kembali menjadi saham terbesar kedua di Indonesia berdasarkan market cap-nya.

Kemudian pada Jumat pekan lalu, posisi BREN kembali tergeser. Kali ini giliran PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sehingga emiten batu bara milik Low Tuck Kwong tersebut kembali menjadi saham terbesar ketiga di Indonesia dari kapitalisasi pasarnya.

Bahkan pada hari ini, posisi BREN lagi-lagi turun dan kini menjadi saham terbesar kelima, di mana saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali menduduki posisi keempat saham terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasarnya.

Sehingga per hari ini, urutannya menjadi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 1.195,77 triliun, BBRI sebesar Rp 879,04 triliun, BYAN sebesar Rp 657,5 triliun, BMRI sebesar Rp 606,67 triliun, dan barulah BREN sebesar Rp 590 triliun.

Kini, posisi BREN berada cekak di lima besar. Jika BREN tak kunjung bangkit, bukan tidak mungkin saham emiten tambang mineral Grup Salim PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga dapat menyalip kapitalisasi pasar BREN.

Padahal sebelumnya, BREN telah mencetak rekor mampu menembus market cap BBCA. Tepatnya pada, 8 Desember 2023 lalu pukul 10.40 WIB, harga saham BREN melesat ke posisi Rp 8.100 per saham yang kemudian membuat market cap-nya melonjak jadi Rp1083,67 triliun. Nilai tersebut melampaui nilai market cap BBCA yang sebesar Rp 1.078,66 triliun pada waktu yang sama.

Posisi tersebut bisa dibilang menjadi puncak tertinggi-nya BREN sejak IPO, akan tetapi kemudian mulai menyusut. Sehingga, bisa dibilang rekor BREN menyalip BBCA ini hanya berlangsung dalam satu hari saja. https://darsalas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*