Latih Petani Muda Pakai Smart Farming & AI, RI Dapat Rp7,5 M dari FAO

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah mendapatkan dana bantuan dalam bentuk Technical Cooperation Program (TCP) sebesar US$ 460 ribu atau setara Rp 7,15 miliar ( kurs Rp 15.500/US$). Rencananya, anggaran itu akan digunakan untuk menjaring petani muda.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan regenerasi petani menjadi permasalahan dunia. Bahkan banyak negara yang negara yang mengalami kegelisahan.

“Pertumbuhan penduduk meningkat. Pada sisi lain pertanian atau tanahnya menurun, berikutnya hasilnya menurun. Pelaku-pelakunya juga teridentifikasi petani dihuni orang-orang tua dengan alat seadannya dan kondisinya cukup menjadi kegelisahan,” kata Moeldoko di kantornya, Jakarta, Senin (15/1/2024).

Lebih lanjut, Moeldoko bercerita setelah dirinya berbicara pada World Food Forum di Roma, Italia, pada Oktober lalu, akhirnya ia mendapatkan komitmen bantuan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

“FAO tertarik dari apa yang saya sampaikan dan beliau memberi bantuan dalam bentuk Technical Cooperation Program sebesar US$ 460 ribu,” jelas mantan Panglima TNI ini.

Nantinya uang itu akan digunakan untuk membangun program percontohan di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur dan Lampung. Kedua titik itu dijadikan pusat pelatihan petani, yang berbasis berbasis smart farming dan dibekali teknologi artificial intelligence (AI).

Selain itu, program tersebut memberikan pemahaman bagi anak muda, mengenai luasnya bidang pertanian. Sehingga mau berkecimpung pada sektor ini.

“Jadi jangan ada pandangan anak muda bertani itu berlumpur, tapi sesungguhnya kita bisa berikan pemahaman bertani itu punya area yang sangat luas, mulai dari riset, budi daya, pascapanen, sampai dengan rantai supply and demand dipenuhi,” sebut Moeldoko.

Assistant FAO Representative Ageng S. Herianto mengungkapkan adanya pelatihan ini diharapkan bisa diikuti ratusan ribu pemuda pada program perdana ini.

“Jumlahnya pertama 100 orang kelompok inti. Dari situ nanti setelah kurikulum terbentuk disebarkan dan kita menargetkan 150 ribu pemuda untuk mengikuti proses pelatihan,” kata Ageng. https://ujiemisiapel.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*