Holding UMi Permudah Layanan Keuangan Hingga Lebih Efisien

Jakarta, CNBC Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan peran pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk segmen ultra mikro lewat kehadiran Holding Ultra Mikro (UMi).

Holding UMi yang terdiri dari BRI sebagai induk bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kini telah berusia lebih dari 2 tahun. Terobosan ini pun diharapkan dapat mendorong akselerasi dalam pengembangan pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Diketahui, BRI turut berperan signifikan dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Tercatat, pada 2022 indeks literasi keuangan sebesar 49,6% dan inklusi keuangan 85,1%. Angka ini meningkat dibandingkan dengan indeks literasi keuangan sebesar 38,03% dan inklusi keuangan 76,1% di tahun 2019.

Direktur Utama BRI, Sunarso mengungkapkan bahwa Holding UMi yang menjadi sumber pertumbuhan baru ini diharapkan mampu mengefisienkan proses bisnis melalui digitalisasi.

“Dengan demikian, literasi digital menjadi penting. Spirit Holding UMi, agar seluruh institusi BUMN men-serve masyarakat ultra mikro lebih efisien dengan daya jangkau lebih luas. Bisa melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya seefisien mungkin,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Senin (15/1/2024).

Dia menjelaskan, tiga entitas itu menggunakan outlet yang bersama, produk yang dijual secara cross selling, dan sistem yang digunakan bersama. Untuk melayani segmen tersebut, baik BRI, PNM, dan Pegadaian bersama-sama mengembangkan outlet co-location atau outlet yang dapat digunakan bersama.

“Dari sekitar 15.500 outlet yang digunakan untuk melayani nasabah segmen ultra mikro dan mikro, sebanyak 1.013 outlet merupakan outlet co-location,” ungkap dia.

Di samping inisiatif dalam mengembangkan sektor ultra mikro, BRI juga terus memberikan pendampingan kepada segmen UMKM. BRI juga melakukan program pemberdayaan kepada segmen UMKM di antaranya Desa Brilian, Program Klasterku Hidupku, dan Rumah BUMN.

Sementara untuk penguatan ekosistem Holding UMi dilakukan melalui penerapan customer journey yang terintegrasi. Selain itu, percepatan inklusi keuangan melalui optimalisasi outlet co-location, AgenBRILink, serta tenaga pemasar Holding UMi.

Selanjutnya, peningkatan sinergi sebagai bentuk upaya efisiensi dalam mengurangi operational cost dan operational risk. Penguatan core business Holding UMi juga dilakukan melalui product alignment dalam rangka penyediaan layanan keuangan yang komprehensif.

Terakhir, penguatan Brigade Madani melalui implementasi culture activation program yang terintegrasi.

“BRI memiliki journey pemberdayaan dan peningkatan kapabilitas nasabah UMi, yakni dengan tiga tahap, empower, integrate, dan upgrade,” ujar Sunarso.

Untuk empower dilakukan PNM dengan cara memberdayakan usaha kelompok masyarakat prasejahtera agar dapat menjadi wirausaha yang mandiri.

Kemudian, integrate di mana seiring dengan perkembangan usaha, kebutuhan pendanaan tambahan dapat dilayani oleh BRI, seperti KUR Mikro, dan Pegadaian. Ketiga, upgrade ultra mikro yang sudah naik kelas ke segmen mikro dapat dilayani oleh BRI melalui produk Kupedes. https://outbackball.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*