Awas Undangan PPS Pemilu 2024 di WhatsApp Kuras Rekening

Jakarta, CNBC Indonesia – Waspada modus baru yang dilakukan penipu yang memanfaatkan momen Pemilu 2024 untuk menipu korbannnya.

Kali ini penipuan berkedok file APK (Application Package File) berupa undangan PPS Pemilu 2024. Undangan tersebut dikirim melalui WhatsApp (WA).

Modus penipuan ini diungkap oleh unggahan Instagram Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Sobat OJK, modus penipuan tiada habisnya. Kali ini marak beredar modus penipuan baru berkedok kiriman file mirip file APK undangan,” tulis OJK dalam keterangan unggahannya di Instagram @ojkindonesia.

Pelaku mengirimkan file APK palsu yang berisi aplikasi berbahaya yang jika diunduh kemudian diinstall bisa mengambil data pribadi dan menguras rekening korban.

OJK mengingatkan kepada masyrakat untuk berhati-hati dan tidak membuka file apapun yang dikirim oleh nomor yang tidak kita kenal.

“Ingat! Jangan pernah membuka file atau link yang dikirimkan dari orang tidak dikenal. Jaga data pribadimu, lindungi keuanganmu,” begitu bunyi peringatan yang diberikan OJK.

Solusi telanjur download file APK

Penipu menggunakan file APK yang disamarkan sebagai undangan pernikahan, surat tilang elektronik, hingga bukti pengiriman paket.

File dengan ekstensi APK adalah file berisi aplikasi untuk HP Android. Biasanya, file APK digunakan untuk menginstal aplikasi yang tidak tersedia di toko aplikasi resmi Android yaitu Google Play Store. Oleh karena itu, keamanan aplikasi patutu dipertanyakan.

Penipu pengirim file APK berharap agar sasarannya langsung membuka file yang mereka samarkan, kemudian dengan refleks menyetujui permintaan instal aplikasi.

Aplikasi yang tertanam dalam aksi penipuan adalah aplikasi berbahaya yang bisa digunakan untuk mengintip hingga mengambil alih HP korban.

Lalu bagaimana jika kita sudah telanjur menginstal file ekstensi APK yang tidak dikenal?

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menyarankan, jika belum terlalu lama atau kurang dari satu menit Anda mengunduh file tersebut, yang terbaik yang dilakukan adalah aktifkan Airplane Mode atau Mode Pesawat.

Cara ini dilakukan supaya SMS tidak masuk dan tidak bisa dicuri. Setelah itu, periksa dan cari aplikasi apa yang baru saja di instal dan segera uninstall.

Lalu periksa aplikasi apa saja yang memiliki hak untuk membaca dan memforward SMS, kemudian nonaktifkan aplikasi tersebut.

“Kalau mau paranoid, ganti password dan PIN transaksi mbanking. Serta pastikan sudah mengaktifkan two step verification dari WhatsApp supaya kalau WhatsApp dicuri terlindungi tetap aman karena dilindungi 6 PIN two step verification,” jelas Alfons dikutip dari unggahan Instagram, Jumat (29/9/2023).

Tetapi kalau Anda baru sadar menginstall APK dan SMS berhasil dicuri dengan aplikasi palsu tersebut yang memalsukan diri, harapan terakhir ada di bank.

Menurut Alfons, seharusnya bank yang baik akan memberikan pengamanan terhadap akun nasabahnya sekalipun SMS OTP berhasil dicuri.

Akun mbanking dan dompet digital Anda tetap aman karena setiap kali mengakses mbanking dari ponsel baru atau nomor baru, bank yang baik akan melakukan verifikasi ulang mulai dari verifikasi identitas, wajah dan sebagainya. https://surinamecop.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*