Ada 240 Ribu Serpih Plastik di 1 Liter Air Mineral Botol, Ini Risetnya

Jakarta, CNBC Indonesia – Penelitian dengan metode baru menemukan bahwa rata-rata ada 240.000 partikel plastik di tiap liter air mineral dalam kemasan botol.

Nanoplastik adalah limbah plastik yang paling sulit dideteksi tetapi dengan dampak lingkungan dan kesehatan yang paling parah. Ukurannya 100 nanometer atau 1 per 100 dari lebar rambut manusia.

Smithsonian Magazine menyatakan sebuah penelitian baru menggunakan metode baru untuk mendeteksi jumlah partikel plastik lebih akurat.

Ukuran nanoplastik yang sangat kecil sulit dideteksi dalam penelitian karena mereka tidak mengeluarkan “sinyal” apapun. Studi baru menggunakan teknik yang diberi nama “stimulated Raman scattering microscopy” yaitu dengan mengarahkan dua laser ke sampel mikroplastik dan nanoplastik.

Metode baru ini ditemukan oleh Wei Min, seorang ahli kimia dari Columbia Unversity dan penulis laporan soal jumlah nanoplastik di air mineral.

Pancaran dua sinar laser tersebut membuat partikel beresonansi. Kemudian, peneliti mencatat ciri khas energi yang muncul dari vibrasi atom plastik untuk mendeteksi kehadiran partikel yang sama di media lain. Bahkan, mereka bisa memastikan ukuran dan bentuk fragmen plastik berdasarkan getaran cahaya.

Seluruh proses tersebut membutuhkan waktu dua jam per satu sampel, sepuluh kali lebih cepat dari metode sebelumnya. 

Pada 2018, sebuat penelitian menemukan bahwa tiap air mineral botol mengandung 10.000 partikel plastik per liter. Namun, studi tersebut hanya mendeteksi plastik berukuran 6,5 mikrometer atau lebih besar.

Lewat metode yang baru, Min menemukan bahwa air mineral botol mengandung partikel plastik yang jumlahnya 10 kali lebih banyak. Mereka menemukan antara 110.000 hingga 370.000 partikel di tiap liter botol air mineral.

Sekitar 90 persen dari partikel plastik yang ditemukan di air mineral adalah nanoplastik yang tidak terdeteksi di penelitian sebelumnya.

Sekitar 10 persen dari partikel yang dideteksi adalah plastik yang banyak digunakan untuk produk sehari-hari. Sekitar 90 persen berupa polimer yang tidak dapat diidentifikasi.

Hal lain yang menarik dari penelitian Win adalah plastik yang ditemukan di air mineral dalam botol punya bentuk, ukuran, jumlah yang sangat beragam.

Naixin Qian dari Columbia University menyatakan keragaman ini menunjukkan asal usul partikel tersebut. Contohnya, polyethylene terephthalate (PET) berbentuk serpihan berukuran besar sehingga dinilai berasal dari botol plastik kemasan tersebut.

Nanoplastik berukuran lebih kecil kemungkinan berasal dari proses produksi awal yang ukurannya makin kecil sejalan dengan proses pengolahan. Peneliti juga menemukan plastik jenis polyamide dan polystyrene, seukuran nanopartikel yang digunakan untuk menyaring air dalam proses pemurnian. https://yangterbaik.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*